• All
  • 3D Printing
  • COVID19
  • Featured
  • IKM
  • Technologies
  • The Basic
  • UMKM

3D Printing for Pandemic Handling

“Pandemi tahun 2020 menjadi salah satu kejadian bersejarah bagi manusia modern. Seluruh sumber daya yang dimiliki umat manusia dikerahkan untuk bersama-sama menangani pandemi ini. 3D Printing sebagai teknologi yang sedang memasuki masa awal sepak terjang nyatanya di dunia, turut mengambil peran penting dalam gotong-royong umat manusia tersebut.”

Buku 3D Printing for Pandemic Handling

Kemampuan 3D Printing yang unik mampu memberikan sumbangsih terhadap penanganan Covid-19 yang juga sekaligus mendorong pertumbuhan penggunaan teknologi ini di berbagai sektor. Buku ini hadir untuk menceritakan secuil kejadian fenomenal pada tahun 2020 tersebut dan bagaimana 3D Printing mulai mengambil perannya yang semakin luas.

Semoga dengan adanya buku ini mampu sedikit membuka wawasan kita terkait bagaimana cara 3D Printer mengambil peran dalam penanganan pandemi sekaligus mendorong pertumbuhannya sendiri di saat yang sama.

Sinergi Disperindag Kota Yogyakarta, UPT Logam, dan UGM Untuk Mendorong Inovasi Produk IKM Kota Yogyakarta

Pelatihan penggunaan mesin 3D Printing (dok. panitia)

Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Yogyakarta bekerjasama dengan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Logam  Kota Yogyakarta dan Universitas Gadjah Mada melaksanakan pelatihan dalam bidang desain produk inovatif dan berorientasi pasar bertajuk “Pelatihan Desain Produk Dalam Rangka Pengenalan Produk Budaya”. Pelatihan ini dilaksanakan di Kantor UPT Logam Kota Yogyakarta, pelatihan yang dilakukan dalam dua periode yaitu periode I pada 21 sampai dengan 22 September 2020 dan periode II pada 12 sampai dengan 13 Oktober 2020 ini menargetkan timbulnya kemampuan inovasi pada IKM di Kota Yogyakarta untuk dapat bertahan pada kondisi ekonomi yang terdampak pandemi COVID-19. Acara ini didukung  oleh DANAIS DIY (Dana Keistimewaan DIY).

 

Pelatihan produk desain kepada IKM (dok panitia)

Universitas Gadjah Mada melalui tim pengajar dan pendampingan yang diwakili Dr. Eng. Herianto, S.T., M.Eng memberikan pelatihan yang meliputi produk, pelatihan 3D desain, dan pelatihan penggunaan 3D Printing. Ir. M. Imam Nurwahid selaku ketua panitia menyatakan bahwa pelatihan ini dilakukan untuk mendorong inovasi IKM di Kota Yogyakarta untuk dapat mengambil kondisi yang kurang baik ini menjadi peluang yang menguntungkan dan bertahan di kondisi pandemi saat ini. Dr.Eng. Herianto, S.T., M.Eng selaku pendamping dalam pelatihan ini menyatakan “Dari tiga pelatihan tersebut dapat menjadi modal yang bermanfaat untuk dapat melakukan inovasi di kondisi pandemi saat ini”. Secara teknis pelaksanaan pelatihan ini dimulai dengan online training yang diikuti oleh 20 peserta dari berbagai bidang IKM yang meliputi IKM alumunium, IKM perak, dan beberapa IKM umum, pelatihan ini dilanjutkan dengan pendampingan langsung yang dibagi menjadi 2 periode. Acara ini diharapkan memiliki pengaruh besar dan dapat membantu IKM di Kota Yogyakarta dapat terus bertahan dan berkembang dengan pola inovasi yang berorientasi pasar.

 

 

Mesin 3D Printing HAL Tech-01 Warnai Indodefence 2018

Mesin 3D Printing HAL Tech-01 series kembali membawa nama UGM di pameran pertahanan kancah internasional dengan judul Indodefence 2018 Expo & Forum. Event dua tahunan tersebut digelar di Jakarta Internasional Expo (JIE), Kemayoran pada 7-10 November 2018 lalu oleh Kementerian Pertahanan Republik Indonesia dengan tema “Building Global Defence Partnerships To Secure The Future”. Dalam kesempatan tersebut, mesin 3D Printing seri HAL Tech-01 menjadi salah satu teknologi terbaru yang dipamerkan UGM.

Tak kurang dari 50an negara hadir dalam ajang bergengsi ini. Puluhan ribu pengunjung juga antusias memadati gelaran yang dibuka oleh Wakil Presiden Republik Indonesia, Jusuf Kalla. Pengunjung yang terdiri dari pejabat setingkat menteri, panglima, kepala staf angkatan, para calon investor, bahkan sampai masyarakat umum terlihat sangat antusias dan menikmati gelaran tingkat internasional tersebut.

Tentu, para pengunjung tak hanya warga Indonesia saja. Banyak pengunjung dari luar negeri yang menyempatkan ke booth/stand milik UGM. Hal tersebut tentu karena piha UGM membawa serta beberapa hasil penelitiannya antara lain pesawat tanpa awak yg diberi nama UAV Amphibi Gama V2. Pesawat tanpa awak yang memiliki kemampun terbang selama kurang lebih 1 jam untuk jangkauan 40 km dengan ketinggian 500 meter ini mampu lepas landas dan mendarat di atas permukaan air. Ada juga UAV Elang Caraka yang merupakan pesawat tanpa awak untuk misi pengawasan, monitoring, dan pemetaan. UAV Elang Caraka ini mempunyai kemampuan terbang selama 10 jam dengan jangkauan komunikasi hingga 60 km. Ada pula USV for Bathymetry, kapal tanpa awak yang digunakan untuk pengukuran kedalaman danau, sungai, waduk, cekungan air, dan pemetaan dasar perairan. Selain itu, tentu ada Mesin 3D Printing HAL Tech-01 yang menjadi suatu daya tarik tersendiri bagi para pengunjung pameran.

Mesin 3D Printing HAL Tech-01 mampu menjadi salah satu magnet pengunjung karena teknologi printing tidak terbatas untuk media kertas, plastik, maupun bidang datar lainnya. Teknologi printing di mesin ini mampu mencetak suatu benda secara tiga dimensi (3D) sesuai dengan bentuk gambar soft file-nya. Kebanyakan, teknologi printing ini digunakan untuk membuat atau mencetak sebuah benda prototype ataupun benda yang tidak diproduksi secara massal. Aplikasi teknologi 3D printing ini dapat dijumpai di bidang industri, kesehatan, arsitektur, fashion, bahkan makanan.

Model-model 3D Printer

Artikel kali ini akan  sedikit memberikan pengetahuan tentang model-model mesin 3D Printer. Model-model 3D Printer yang umum digunakan adalah model Cartesian dan Delta. Model lain yang jarang digunakan adalah model Polar, Scara, dan PEN 3D. Model lain yang lebih jarang digunakan di pasaran adalah model Universal Arm, Tripteron, Delteron, dan Hexapteron.

MODEL CARTESIAN

Model ini merupakan model yang paling umum di pasaran sehingga sering disebut classic printer. Dinamakan model Cartesian karena 3D Printer model ini bekerja dalam tiga dimensi sesuai dengan sistem koordinat dimensi (sumbu X, Y di rail ke kiri-kanan, dan sumbu Z ke atas-bawah). 3D Printer ini biasanya mempunyai meja kerja berbentuk segi empat.

Gambar 1. Mesin 3D Printer Model Cartesian, Seri H-01 Produk HAL Tech Indonesia
(Sumber: Dokumen Pribadi)

 

MODEL DELTA

Karakteristik 3D Printer model Delta adalah kepala printer/nozzle (disebut hotend) ditopang dan digerakkan oleh tiga lengan dengan konfigurasi bentuk segitiga. Tiap lengan digerakkan naik atau turun oleh satu motor. Kepala printer delta bergerak di sumbu X, Y, dan Z, maka printbed tidak perlu bergerak. Untuk bergerak dalam satu sumbu, ketiga motor harus bekerja sama. Oleh karena itu, kalibrasi 3D Printer model Delta jauh lebih rumit. Karakteristik lain dari 3D Printer model Delta adalah printbed-nya yang berbentuk lingkaran atau segi enam.

Gambar 2. Mesin 3D Printer Model Delta, Produk HAL Tech Indonesia
(Sumber: Dokumen Pribadi)

Secara umum, 3D Printer model Delta dapat bergerak lebih cepat daripada jenis cartesian. Kelebihan lainnya adalah tentang kemudahan melihat dan mengambil hasil printing karena printbed-nya statis.

Sementara itu, kekurangan dari 3D Printer model Delta adalah tentang kalibrasi yang lebih rumit karena pergerakan tiap sumbu mempengaruhi sumbu yang lain. Bahkan ada yang mengatakan, tingkat kepresisiannya tidak sedetail cartesian.

 

MODEL POLAR

Model 3D Printer ini sebenarnya hampir mirip dengan model Cartesian. Hanya saja, ciri utama 3D Printer model Polar ini adalah menggunakan sistem koordinat polar pada meja kerja atau printbed yang bisa berputar.

Gambar 3. Mesin 3D Printer Model Polar
(Sumber: https://threedmaterials.com/collections/3d-printers)

Kelebihan 3D Printer model Polar adalah hanya cukup menggunakan dua buah motor stepper. Selain itu, 3D Printer model Polar dapat memiliki volume bangun lebih besar dalam ruang yang lebih kecil, yang tidak memerlukan kerangka kerja X, Y, dan Z untuk bergerak.

MODEL SCARA

SCARA merupakan kependekan dari Selective Compliance Assembly Robotic Arm. 3D Printer Model SCARA memang ber-bentuk seperti lengan robot articulate.

Gambar 4. Mesin 3D Printer Model SCARA
(Sumber: http://www.3ders.org/articles/20140917-flx-arm-low-cost-scara-robotic-arm-for-3d-printing.html)

MODEL UNIVERSAL ARM

3D Printer model Universal Arm ini sejatinya adalah konfigurasi lengan robot (articulate/manipulator robot). Derajat kebebasan atau Degree of Freedom (DoF) pada model ini mulai dari 3 DoF bahkan sampai 6 DoF. Sistem koordinat pada model ini didefinisikan dengan 3 sumbu, yaitu Ɵ (theta), w (upper arm), dan U (elbow). Dengan adanya hal tersebut, tingkat kefleksibelan model 3D Printer ini lebih tinggi. Selain itu, workspace atau area kerjanya juga lebih luas.

Gambar 5. Mesin 3D Printer Model Universal Arm
(Sumber: https://www.archdaily.com/867696/atropos-this-6-axis-robot-arm-can-3d-print-fiberglass-composites)

MODEL TRIPTERON

3D Printer Model Tripteron ini merupakan sejenis robot aktuator paralel sederhana yang mampu melakukan beberapa konfigurasi dan semuanya bersifat linier. Dalam konfigurasi ortogonal, aktuasi juga Cartesian. Desain model tripteron ini masih terus dikembangkan. Varian lainnya berupa Delteron dan Hexapteron.

Gambar 6. Kerangka Mesin 3D Printer Model Triteron
(Sumber: https://www.thingiverse.com/thing:1903757)

 

 

Summarized by: Ikhwan Taufik